Kompleks Masjid At-taqwa Sumberrejo
smkm1.sbrjo@gmail.com
03533333331

KEGIATAN

Kado Di Kursi Kosong: Momen Haru Hari Ibu Di SMK Muhammadiyah 1 Sumberrejo (SMK MAHASA)

SUMBERREJO, 22 Desember 2025 – Suasana pembagian raport semester ganjil di SMK Muhammadiyah 1 Sumberrejo (SMK MAHASA) hari ini penuh dengan isak tangis haru. Di peringatan Hari Ibu ini, sekolah sengaja mempertemukan siswa dan orang tua di dalam kelas untuk sebuah momen bakti yang emosional.
Namun, di antara riuhnya pelukan hangat teman-temannya, seorang siswa bernama Moh. Azril Julyanto, atau yang akrab disapa Azril, tampak duduk terdiam dengan ketegaran yang luar biasa.
Di saat siswa-siswi lain bersimpuh di kaki ibu mereka untuk menyerahkan kado dan raport, Azril harus mendapati kursi di sampingnya kosong. Ibunda Azril berhalangan hadir ke sekolah karena suatu kendala mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.

Pemandangan ini sempat menyita perhatian seisi kelas. Di tengah kepulan rasa bahagia teman-temannya yang berswafoto bersama sang ibu, Azril tetap duduk rapi. Di tangannya, sebuah kado yang dibungkus dengan penuh kasih sayang tetap ia genggam erat.
Meski tampak raut kesedihan di matanya karena tidak bisa merayakan momen tersebut secara langsung di sekolah, Azril menunjukkan kedewasaan yang besar. Ia tidak berkecil hati dan tetap menghargai usaha ibunya yang telah berjuang membiayai pendidikannya di SMK MAHASA.
"Ibu belum bisa hadir di kelas hari ini karena ada urusan. Sedih memang melihat teman-teman lain bisa langsung kasih kado di sekolah, tapi kado ini tidak akan layu. Saya akan bawa pulang dan berikan langsung sebagai kejutan saat bertemu Ibu nanti," ujar Azril dengan nada tegar.
Wali kelas Azril yang melihat momen tersebut segera memberikan penguatan. Guru tersebut menghampiri meja Azril dan memberikannya semangat, menegaskan bahwa nilai seorang anak di mata orang tua tidak berkurang sedikit pun hanya karena ketidakhadiran fisik di sekolah.

"Azril adalah anak yang hebat dan tegar. Apa yang dia lakukan hari ini—menyiapkan kado meski tahu ibunya mungkin sulit hadir—adalah bukti nyata dari adab yang luar biasa. Di SMK MAHASA, kami bangga memiliki siswa seperti Azril yang memahami bahwa bakti tidak dibatasi oleh ruang kelas," ungkap sang guru.
Momen pembagian raport di SMK MAHASA tahun ini menjadi saksi bahwa pendidikan bukan hanya soal mengejar nilai akademik di atas kertas, tapi juga tentang membentuk karakter siswa seperti Azril yang tetap memuliakan orang tuanya dalam kondisi apa pun.