SUMBERREJO, 1 Desember 2025 – Kontingen SMK Muhammadiyah 1 Sumberrejo (SMK MAHASA) telah menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi di Muhammadiyah Education Conference and Festival (ME Confest) 2025 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Meskipun sekolah ini telah mencatat prestasi gemilang dengan meraih Juara 1 Mendongeng dan Special Award KTI, beberapa delegasi lain harus puas dengan pengalaman berharga karena belum mendapatkan hasil maksimal di babak final.
Partisipasi besar SMK MAHASA di ajang bergengsi ini menegaskan komitmen sekolah dalam mengirimkan perwakilan terbaik dari berbagai bidang. Para delegasi yang berjuang keras di tingkat provinsi tersebut meliputi:
Sains, Seni, dan Bela Diri
1. Puisi: Ahmad Hasan Musabiqh, yang bertanding pada 29 November, telah menampilkan pembacaan puisi yang penuh penghayatan, namun persaingan ketat di kategori seni ini membuat hasil maksimal belum dapat diraih.
2. Karya Tulis Ilmiah (KTI): Tim peneliti muda, Almira Shauma Attofunnisa dan Silvia Putri Rismawati, yang berjuang di hari yang sama (29 November), telah menyajikan karya ilmiah yang kompleks. Meskipun belum meraih posisi puncak, pengalaman mereka dalam metode riset di tingkat provinsi tak ternilai harganya.
3. Tapak Suci: Dua atlet kebanggaan, Muh Abid Abror dan Vina Retno Fatekha Sari, bertanding dalam kategori seni tunggal tangan kosong pada 30 November 2025. Perjuangan di gelanggang Tapak Suci yang menuntut kedisiplinan dan teknik tinggi juga berakhir dengan perolehan pengalaman berharga.
Pihak SMK MAHASA menegaskan bahwa setiap perjuangan di ME Confest adalah kemenangan, terlepas dari hasil akhir.
"Kami bangga pada semua delegasi, termasuk Abi, Abid, Vina, Shauma, dan Silvia. Bertanding di tingkat PWM Jawa Timur saja sudah merupakan pencapaian luar biasa. Di kompetisi level ini, kemenangan sejati adalah pengalaman, evaluasi, dan semangat untuk kembali berjuang," ujar Sujarno. S.Pd. M.Pd,. "Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh dan menyiapkan kader-kader ini untuk kompetisi tahun depan dengan lebih matang."
Semangat juang para siswa SMK MAHASA ini menjadi bukti nyata komitmen mereka terhadap nilai-nilai Fastabiqul Khairat, yang mengajarkan bahwa proses dan perbaikan diri adalah kunci utama menuju kesuksesan yang hakiki.